Cara Kerja Pertahanan Berlapis Israel

BEGINILAH CARA KERJA ISRAEL MENGINTERSEPSI RUDAL, DRONE DAN ROKET DARI IRAN MAUPUN HIZBULLA, DLL

Israel mengintersepsi rudal, drone, dan roket dari Iran menggunakan sistem pertahanan udara berlapis (multi-layered air defense system) yang sangat canggih, yang dirancang untuk menangani berbagai jenis ancaman pada jangkauan dan ketinggian yang berbeda. Sistem ini bekerja dengan mendeteksi target melalui radar, menganalisis lintasannya, dan meluncurkan pencegat untuk menghancurkan ancaman di udara.

Berikut adalah komponen utama sistem pertahanan udara Israel dalam menangani serangan Iran:

• Arrow-2 dan Arrow-3 (Jarak Jauh/Balistik): Ini adalah lapisan pertahanan tertinggi. Arrow-2 mencegat rudal balistik jarak menengah di atmosfer atas, sementara Arrow-3 mampu mencegat rudal balistik jarak jauh, termasuk yang berpotensi memiliki hulu ledak nuklir, di luar atmosfer Bumi.

• David's Sling (Jarak Menengah): Sistem ini dirancang untuk mencegat rudal balistik jarak menengah hingga panjang, rudal jelajah, dan pesawat terbang/drone yang datang dari jarak antara 40 hingga 300 km.

• Iron Dome (Jarak Pendek/Roket): Sistem yang paling terkenal ini digunakan untuk mencegat roket jarak pendek, artileri, dan drone berukuran kecil dengan jangkauan 4 hingga 70 km. Iron Dome memiliki tingkat keberhasilan tinggi (diklaim di atas 90%) dan hanya menembak ancaman yang berpotensi mengenai daerah pemukiman.

• Iron Beam (Laser): Israel mulai mengoperasikan sistem pertahanan berbasis laser, yang disebut Iron Beam, untuk mencegat roket dan drone dengan biaya lebih murah dibanding menggunakan rudal pencegat konvensional.

• Intersepsi Pesawat Tempur (Air-to-Air): Selain sistem darat, jet tempur Israel (seperti F-35) dan helikopter tempur sering dikerahkan untuk menembak jatuh drone atau rudal jelajah lambat yang melintas jauh sebelum mencapai wilayah udara Israel.

Cara Kerja Intersepsi:

1. Radar & Peringatan Dini: Radar berkinerja tinggi (seperti seri Green Pine) mendeteksi rudal atau drone Iran sesaat setelah diluncurkan dari Iran atau negara tetangga.

2. Analisis BMC (Battle Management Control): Sistem kendali menghitung lintasan ancaman. Jika target diprediksi jatuh di area terbuka, intersepsi tidak dilakukan untuk menghemat rudal pencegat yang mahal.

3. Peluncuran Pencegat: Jika ancaman mengarah ke area berpenduduk, baterai pertahanan meluncurkan rudal pencegat (misalnya, rudal Tamir untuk Iron Dome) untuk meledakkan ancaman di udara.

Serangan Iran yang melibatkan ratusan drone dan rudal sering kali bertujuan untuk saturation attack (serangan jenuh) agar bisa menembus perisai pertahanan ini, namun sebagian besar berhasil dilumpuhkan berkat pertahanan berlapis.

Comments